Metode Pemantauan Terumbu Karang di DPL PDF Cetak Surel
Ditulis oleh Ibnu Faizal   

Metode Pemantauan Terumbu Karang di DPL (Daerah Perlindungan Laut)



Metode 1

Pilih Skala dari Program Pemantauan Terumbu Karang


Sebelum memulai pemantauan, penting untuk memilih besarnya skala yang paling tepat untuk program tersebut. skala akan tergantung pada besar atau kecilnya MPA yang dikelola, apakah dampak jangka pendek atau jangka panjang, serta sumber daya apa yang tersedia seperti tenaga ahli, uang, peralatan dan waktu.

Semua pertimbangan ini akan memutuskan untuk:

  • Melakukan pemantauan atas skala spasial besar atau kecil (= area), dan
  • Pembuatan program pemantauan jangka panjang atau jangka pendek;
  • Posisi dari masyarakat, manajemen atau peneliti berdasarkan sumber finansial yang tersedia dan keahlian manusia. Keputusan ini penting untuk memastikan bahwa program ini berkelanjutan, mampu menjawab pertanyaan yang diajukan, dan untuk memastikan bahwa program ini dapat dicapai dengan sumber daya yang tersedia.


Pemantauan Skala besar digunakan untuk menilai gangguan besar seperti badai tropis, predasi bulu seribu (COT), pemutihan karang, penyakit karang dan sedimentasi di daerah yang luas. Pemantauan penting dilakukan untuk memahami dampak dari gangguan pada terumbu dan menentukan sifat dan tingkat untuk pemulihan.

Pemantauan Skala kecil berlaku untuk MPA yang sangat kecil atau diperkirakan bahwa gangguan hanya akan memiliki dampak lokal. Frekuensi perubahan status MPA dapat dideteksi melalui skala kecil, seperti sumber daya yang tersedia untuk pengelolaan terbatas misalnya tidak cukup banyak orang atau tidak ada kapal untuk survei terumbu di lokasi yang jauh.Contoh khusus termasuk kerusakan dari wisatawan selam di sekitar resor atau kegaitan kapal yang mempengaruhi terumbu karang.

Pemantauan Jangka Panjang adalah bentuk paling umum dari pemantauan untuk memberikan data dan informasi mengenai status dan tren jangka panjang dari terumbu karang dan juga untuk komunitas pengguna terumbu karang. Informasi ini sangat penting untuk evaluasi kinerja dan adaptasi pengelolaan. Parameter utama dalam pemantauan biasanya meliputi:

  1. menilai karang dan organisme bentik lainnya untuk melihat perubahan bagian bawah perairan;
  2. menentukan apakah ada perubahan dalam spesies besar atau lifeform;
  3. menilai jumlah populasi ikan dengan penekanan pada jumlah dan ukuran spesies ikan target;
  4. pemantauan tangkapan ikan, harga, bentuk dan catch per unit effort;
  5. menilai distribusi pendapatan antara masyarakat nelayan.

Program Pemantauan Jangka pendek kurang umum, tetapi dapat membantu manajer mendeteksi perubahan dari perkembangan industri atau pariwisata, peningkatan sedimen dari deforestasi, dampak dari kecelakaan kapal pada terumbu karang. Sebuah studi jangka pendek dari 2 sampai 4 tahun akan t importan jika seorang manajer harus memonitor perubahan dari perkembangan, seperti pembangunan resort wisata.


Metode 2

Penyimpanan Data, Analisis, Aksesbilitas dan Pelaporan

Pemantauan tanpa penanganan memadai dan hati-hati dari data serta informasi yang diperoleh akan hanya buang-buang waktu dan uang. Sayangnya, banyak program pemantauan yang gagal karena data telah hilang atau hanya tinggal di lemari dalam format yang sama seperti ketika dikumpulkan/didapat. Menyelam untuk mengumpulkan data bisa menyenangkan, tetapi sering kurang semangat untuk pengolahan data. Pengelola MPA harus mendapat saran tentang bagaimana untuk menyimpan, menganalisis, dan melaporkan semua data yang diperoleh dari pemantauan.


Seluruh proses harus direncanakan terlebih dahulu dengan alokasi anggaran untuk memastikan bahwa data yang disimpan dengan benar, dianalisis dan dapat diakses.


Langkah-langkah penting untuk manajemen data adalah:

1. Rencanakan sistem data sebelum pengumpulan. Mengembangkan protokol untuk mengumpulkan dan penyimpanan data di lapangan, ditransfer ke komputer dan ke home base. Mengembangkan program entri data yang kompatibel dengan database penerima;

2. Bawa catatan lapangan pada saat pengambilan sampel (siapa yang mengumpulkan data, metode yang digunakan, masalah yang dihadapi). Masukan catatan ke dalam database untuk berikutnya diinterpretasi. Membawa laptop ke lapangan adalah ide yang baik;

3. Sesegera mungkin, data yang dikumpulkan harus dimasukkan ke dalam database dan didukung untuk memastikan bahwa ada back-up jika yang pertama hilang, jika tertunda, data mungkin sulit untuk diinterpretasikan;

4. Setelah data masuk, penting untuk memeriksa satu demi satu data untuk menghindari kesalahan transkripsi data. Hal ini paling baik dilakukan dengan bantuan orang kedua;

5. Segera setelah entri data dan pengecekan, analisis awal harus dilakukan untuk memastikan bahwa tidak ada kesalahan serius dan juga untuk memberikan umpan balik kepada tim monitoring dan pemangku kepentingan lainnya. Hal ini paling baik dilakukan melalui presentasi grafis dari data menggunakan paket analisis

6. Analisis awal menunjukkan bahwa mungkin ada kebutuhan untuk mengubah metode sampling. Mungkin melalui lebih banyak sampel, sampel yang lebih sering, atau mungkin menunjukkan bahwa pengamat tidak mengidentifikasi beberapa kategori atau spesies dengan benar;

7. Semua data harus diarsipkan secara permanen ke komputer lain dan data cadangan (back-up) di tempat lain;

8. Database global, ReefBase berbasis di WorldFish Center, Penang Malaysia dapat menyediakan penyimpanan permanen data primer dan ringkasan. Penyimpanan tetap sangat dianjurkan.


Metode 3

Metode Pemantauan Ekologi untuk Terumbu Karang

Ini adalah metode yang umum digunakan untuk pemantauan paling dasar ekologi terumbu karang. Metode ekologi telah dikembangkan selama lebih dari 30 tahun, sedangkan sebagian besar metode  sosio-ekonomi untuk terumbu karang baru dikembangkan selama 10 tahun terakhir dan masih dalam pengembangan. Penilaian ekologi digunakan untuk memantau status dan tren jangka panjang parameter biologis dan fisik yang terkait dengan terumbu karang.Protokol standar untuk mensurvei sumber daya laut tropis, termasuk terumbu karang ada dalam English et al.(1997).


Parameter Fisik untuk mengukur:

  • Kedalaman, batimetri dan profil karang - ini sangat penting dalam mengembangkan peta untuk rencana pengelolaan dan memilih lokasi untuk pemantauan;
  • Arus - data umum untuk arus adalah arah dan kecepatan, penting untuk memprediksi arus polusi atau larva baru;
  • Suhu – mengukur suhu perairan di lokasi terumbu karang yang berbeda. Ini penting ketika untuk pemantauan pemutihan karang;
  • Mutu air - jumlah sedimen, nutrisi dan polutan dalam air untuk membantu dalam menilai polusi. Sedimen dapat diukur dalam perangkap sedimen dasar;
  • Visibilitas - seberapa jauh seseorang dapat melihat di bawah air (penetrasi yaitu cahaya untuk fotosintesis);
  • Salinitas - ini hanya harus diukur ketika ada aliran besar air tawar telah terjadi. Untuk menentukan tingkat stres pada karang.



Parameter Biologi untuk Mengukur:

  • Persentase tutupan karang, spons, alga dan material non-hidup (yaitu karang mati, batu dan pasir) - ini untuk mengukur daerah karang hidup dan juga mendeteksi karang mati yang dapat mengindikasikan stres;
  • Komposisi jenis dan ukuran struktur komunitas karang- megukur baik spesies atau genera atau life-form dalam suatu kategori tergantung pada keahlian yang tersedia;
  • Keberadaan karang yang baru menetap dan remaja – untuk mengukur langkah-langkah rekrutment karang dan potensi untuk pemulihan;
  • Jumlah, komposisi jenis, ukuran dan struktur populasi ikan (termasuk langkah-langkah biomassa) - penekanan khusus ditempatkan pada ikan target untuk nelayan atau pengoleksi aquarium;
  • Ikan juvenile , terutama spesies target - menggunakan metode yang serupa seperti di atas tetapi pada skala yang lebih kecil;
  •  Populasi organisme untuk kepentingan khusus seperti kima raksasa, bulu seribu (COT), bulu babi dll
  • Tingkat pemutihan karang, spesies atau genera karang yang menunjukkan pemutihan dan jumlah pemutihan dalam koloni karang;
  • Luas dan jenis penyakit karang - diukur seperti di atas, dan dapat mencakup pengukuran karang rusak atau hancur..



Metode untuk mengukur parameter

Survei Skala luas: Ini digunakan untuk menilai perubahan luas dalam komunitas terumbu karang di daerah yang luas mencari struktur umum dan kesehatan terumbu karang serta melihat gangguan skala besar  (yaitu COT atau pemutihan karang dan penyakit)

  1.  Manta tows - melibatkan penarik pengamat di belakang perahu motor bertenaga di sekeliling karang untuk interval waktunya (biasanya 2 menit) dan merekam komponen utama terumbu misalnya tutupan karang, jangkar dan kerusakan ledakan, kerang raksasa, COT dll
  2. Renang jangka waktu atau renang secara acak - berenang di atas terumbu karang, biasanya kisaran kedalaman dipilih, dan merekam kategori utama seperti di atas. Secara terpisah  berguna dalam mencari keberadaan ikan besar dan melakukan survey ada / tidaknya keanekaragaman hayati.

Survei Bentik: Ini digunakan untuk menilai perubahan kesehatan individu terumbu karang (atau prevalensi penyakit) dari waktu ke waktu pada skala yang lebih kecil dan umumnya lebih terinci.

  1. Transek Garis (pita pengukur, rantai atau tali) - melibatkan indikator pemantauan pada titik-titik singgung atau pada interval tertentu sepanjang garis transek. Roll-meter yang digunakan sepanjang 50m mirip dengan yang digunakan oleh proyek bangunan. Penilaian dilakukan dengan merekam data di atas kertas neotop atau papan tulis bawah air (sabak);
  2. Transek Sabuk (termasuk pemantauan video) - melibatkan penilaian populasi sepanjang sabuk di kedua sisi dari garis transek, dan dapat menjadi 1m sampai 10m untuk lebar sabuk tergantung pada target.
  3. Kuadrat (besar dan kecil) - melibatkan pemantauan indikator di kuadran ukur, ukuran kuadrat bervariasi dari 10-20cm sampai paling umum 1m, sampai dengan sisi panjang 10m. Penilaian dapat dibuat dari kotak kecil acak di dalam kuadrat atau dengan memotret kuadrat dan menghitung apa yang ada tepat di titik pengamatan;
  4. Settlement plates   - biasanya berupa ubin terpasang di 45 o dekat terumbu karang dan dinilai mikroskopis untuk koloni karang.


Alat untuk mencatat data

  • Sabak plastik atau kertas bawah air - bahan plastik yang tahan terhadap air. sabak plastik dapat digunakan berkali-kali setelah dibersihkan. Kertas tahan air lebih ringan dan dapat dicuci dan disimpan sebagai catatan permanen dari data
  • Foto transek atau kuadrat - dibutuhkan penggunaan kamera bawah air yang baik dapat menjadi foto standar. Foto-foto dapat menjadi catatan permanen dari situs yang mereka dapat arsipkan secara baik. Hal ini penting untuk mengolah data foto dalam beberapa hari setelah mengambil foto-foto, atau jika terlalu lama tugas dapat menjadi terlalu besar dan memori tentang situs memudar;
  • Kamera Video   - survei menggunaka ini diizinkan apabila survey di daerah yang luas dan waktu untuk dibawah air sangat terbatas. Hanya boleh digunakan untuk memantau bila sistem analisis yang ada sudah mapan dan pemantau sudah terlatih untuk merekam data sampai beberapa hari-minggu survei. Sebuah video menyediakan catatan permanen (jika diarsipkan dengan baik) dari sebuah situs untuk perbandingan jika sesuatu yang tidak diantisipasi terjadi.


Metode lainnya

Ada langkah-langkah lain yang dapat mengolah data terumbu karang, tetapi pemantauan semua memakan waktu dan manajer MPA harus memilih parameter yang mereka butuhkan untuk memberikan data yang berguna yang dapat dianalisis untuk menunjukkan status dan tren sumber daya terumbu karang dalam MPA. Bila memungkinkan pemantauan semua harus dilakukan di dalam dan di luar situs MPA dan dibandingkan juga dengan menilai perbedaan antara situasi lokasi yang dikelola dan yang tidak dikelola.



Metode 4

Metode Pemantauan Sosial-Ekonomi untuk Terumbu Karang

Penilaian Sosial-ekonomi digunakan untuk memantau status dan tren jangka panjang parameter sosial, ekonomi, budaya dan politik yang terkait dengan terumbu karang. Protokol standar untuk penilaian sosial ekonomi terumbu karang dan pemantauan tersedia di Bunce et al, 2000. Dan Bunce et al.2002.


Monitoring sosio-ekonomi bertujuan untuk memahami perilaku manusia dan bagaimana interaksinya dengan terumbu karang. Tidak mungkin untuk memisahkan kegiatan manusia dan kesehatan ekosistem , terutama ketika terumbu karang sangat penting dalam kehidupan banyak orang. Monitoring sosio-ekonomi dapat mengukur motivasi pengguna yang bergantung pada sumberdaya serta aspek sosial, budaya, dan kondisi ekonomi dalam masyarakat. Data Sosial Ekonomi dapat membantu pengelola menentukan apa yang pemangku kepentingan dan masyarakat dapat lakukan sebagai peran penting dalam pengelolaan yang sukses. Sosio-ekonomi yang paling sering digunakan parameter meliputi:



Parameter Sosial


Parameter Sosial untuk mengukur:

  • Demografi Rumah Tangga  - termasuk usia, jenis kelamin, tingkat pendidikan, agama, keaksaraan, dll;
  • Pekerjaan - langkah bagaimana orang mendapatkan uang atau mengumpulkan makanan. Sebuah penekanan khusus pada menilai orang yang secara langsung menggunakan sumber daya laut, khususnya nelayan;
  •  Budaya / dampak warisan- menilai daerah atau sumber daya terumbu karang mana yang menarik khusus masyarakat, untuk tujuan budaya atau agama;
  • Adat Tradisional- menentukan bagaimana masyarakat menggunakan dan mengelola sumber daya terumbu karang di masa lalu. Digunakan untuk membandingkan dengan prakteknya saat ini;
  • Interaksi dan Jaringan sosial- penting diketahui yaitu dalam siapa yang merupakan pengambil keputusan  dan bagaimana keputusan dibuat dalam masyarakat;
  • Infrastruktur masyarakat- bagaimana masyarakat diatur dan bagaimana mereka berhubungan dengan tingkat pemerintahan yang lebih tinggi;
  • Persepsi lokal pengelolaan terumbu karang dan keberhasilan manajemen - ini sangat penting bagi para pengelola untuk memahami dan menargetkan metode persepsi untuk mempengaruhi masyarakat dalam mendukung konservasi sumber daya;
  • Tingkat pemahaman dampak manusia terhadap terumbu karang - menyadari tindakan apakah dalam masyarakat yang merusak  dan peduli tentang keberlanjutan;
  • Tingkat pemahaman dan kerjasama dengan peraturan MPA - pengelola memerlukan informasi ini untuk mengembangkan program pendidikan untuk meningkatkan dukungan bagi pengelolaan MPA.

Parameter Ekonomi


Parameter Ekonomi untuk mengukur:

  • Pendapatan individu dan rumah tangga- Sangat penting jika tujuan adalah untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Secara khusus adalah kegiatan yang terkait karang;
  •  Data Tangkapan- Langkah apa yang diambil, dimana diambil dan dimana dikonsumsi atau dijual;
  •  Penggunaan semua produk- Mencakup semua aspek panen dari terumbu karang termasuk hewan, tumbuhan, batu dan pasir, serta barang-barang budaya;
  •  Jumlah dan jenis pasar - Mengikuti alur produk perikanan baik didalam atau diluar komunitas.
  • Usaha Perikanan dan perubahannya dari waktu ke waktu - mengukur berapa banyak usaha yang masuk ke dalam aspek dari terumbu karang dan bagaimana upaya telah berubah dengan kenaikan atau penurunan stok sumber daya;
  • Persepsi lokal pada nilai ekstraktif vs non-ekstraktif terumbu karang - menilai bagaimana masyarakat menilai terumbu karang sebagai produk dan sebagai nilai-nilai budaya serta estetika;
  •  Tingkat penggunaan karang oleh orang luar, termasuk nelayan, dan kasus khusus adalah nilai pariwisata. Parameter ekologi terkait erat dengan sosio-ekonomi karena itu kedua jenis pemantauan harus dilakukan di tempat yang sama pada waktu yang sama. Misalnya, pemantauan populasi ikan harus langsung dihubungkan dengan survei pasar ikan, terutama jika ada perubahan musiman dalam apa nelayan tangkap. Demikian pula parameter ekologi mencerminkan keadaan alami MPA, yang akan memiliki dampak pada faktor sosial ekonomi seperti pendapatan dan pekerjaan.



Enam langkah dasar pemantauan sosial-ekonomi

1. Persiapan awal, termasuk mengidentifikasi tujuan pemantauan sosio-ekonomi, memilih indikator yang relevan, menentukan proses untuk melakukan monitoring sosio-ekonomi, mengidentifikasi dan konsultasi dengan para pemangku kepentingan, dan mengidentifikasi tim pemantau;

2. Pengumpulan data melalui sumber sekunder

  • Data Sensus Nasional - data yang relevan untuk indikator yang dipilih seperti penduduk dan statistik ketenagakerjaan.Data ini dapat dipastikan kembali melalui survei di masyarakat;
  •  Pemerintah lokal dan catatan dewan- data yang relevan untuk indikator yang dipilih seperti pola rekreasi atau pola pariwisata (di beberapa Negara, lembaga agama yang menyimpan data ini);
  •  Sumber-sumber sejarah - termasuk kompilasi dan tinjauan data yang relevan dari laporan sebelumnya, penilaian, dan survei. Departemen pemerintah banyak menyimpan data ini, dengan format yang mudah diakses

3. Pengumpulan data melalui informan

  • Wawancara - melibatkan wawancara dengan orang-orang yang memiliki pengetahuan khusus tentang indikator karena pengalaman atau pengetahuan mereka;

4. Pengumpulan data melalui wawancara rumah tangga

5. Pengumpulan data melalui observasi

  • Pengamatan - termasuk deskripsi kualitatif dari apa yang peneliti lihat atau dengar saat mengunjungi sebuah komunitas,

6. Analisis data dan komunikasi - aturan yang sama untuk pengelolaan data sebagaimana dimaksud dalam Metode 2 berlaku untuk sosio-ekonomi pengumpulan data. Perencanaan sangat penting sebelum memulai.



Alat Tambahan untuk pengumpulan data

  • Survei (surat, telepon, orang) - melibatkan mendistribusikan survei kepada sekelompok responden yang dipilih secara acak untuk mendapatkan informasi mengenai pengetahuan mereka pada subjek atau untuk memberikan umpan balik atau komentar;
  •  Fokus / Diskusi Grup - melibatkan sekelompok individu yang dipilih, mungkin pemangku kepentingan utama, pertemuan untuk berdiskusi;
  •  Pertemuan publik - termasuk presentasi oleh stakeholder terkait mengenai isu yang memprihatinkan dan memberikan kesempatan bagi anggota masyarakat untuk memberikan umpan balik atau komentar;
  •  Analisis biaya-keuntungan - menilai potensi biaya dan keuntungan dari sumber daya untuk menentukan penggunaan koefisien yang paling efisiensi dari sumber daya;
  •  Analisis beberapa kriteria - menilai potensi biaya dan keuntungan dari sumber daya atau kegiatan menggunakan  beberapa tipe jenis data;
  •  Juri masyarakat   - melibatkan anggota perwakilan dari masyarakat, bertindak sebagai warga negara yang bersangkutan, membuat keputusan atas nama masyarakat atas tuduhan yang diberikan;
  •  Permodelan - digunakan untuk menjalankan simulasi, memprediksi efek, atau mengidentifikasi efek yang mungkin tidak intuitif.


Rincian lebih lanjut tentang langkah-langkah dan pedoman tentang bagaimana melakukan penilaian sosial ekonomi untuk terumbu karang berada di

1. http://www.aims.gov.au/pages/reflib/smcrm/mcrm-000.html. Ini berisi informasi tentang biaya, frekuensi, indikator dan kekayaan informasi lainnya.


2 http://ipo.nos.noaa.gov/coralgrantsdocs/SocMonSEAsia.doc Pedoman praktis tentang bagaimana melakukan monitoring sosio-ekonomi untuk Asia Tenggara.


Metode 5

Metode Survei Kuantitatif yang cepat untuk Ikan Karang besar dan terancam

Pendahuluan

Pengelola MPA sering dihadapkan dengan tugas mengumpulkan informasi tentang kelimpahan dan struktur populasi spesies ikan target ukuran besar  oleh perikanan karang. Survei visual bawah air adalah cara yang paling efektif untuk mengumpulkan informasi ini, khususnya di lokasi terpencil. Spesies yang lebih besar sangat rentan terhadap eksploitasi berlebihan, dan sering terlebih dulu berkurang di suatu daerah. Mereka termasuk hiu, napoleon wrasse (Cheilinus undulatus), parrotfish besar (terutama Humphead parrotfish Bolbometapon muricatum dan  Pacific Steephead parrotfish Chlorurus microrhinos), dan kerapu besar.


Metode ini adalah untuk menentukan pola kelimpahan dari sejumlah spesies ikan karang berukuran besar yang ditargetkan oleh perikanan dibanyak negara. Langkah awal adalah mengembangkan metode menghitung yang menjelaskan karakteristik spesies target utama, termasuk yang besar dan mobile, atau spesies samar. Metode yang digunakan untuk menghitung Ikan harus hati-hati dipilih sesuai biologi dan perilaku spesies dan wilayah terumbu karang. Banyak spesies ikan karang memiliki beberapa atribut berikut: ukuran besar, mobilitas tinggi, relatif jarang, distribusi merata atau mengelompok, berkamuflase, dan perilaku cukup samar. Dengan begitu, spesies ikan dapat dihitung oleh protokol survei visual untuk ikan karang.


Metode

Disini kita menguraikan modifikasi metode menghitung untuk: 1. besar, ikan karang mobile, dan 2. menengah dan kerapu besar.

1. Ikan Karang Besar yang aktif bergerak

Ketika hadir, Hiu, napoleon wrasse dan Humphead parrotfish cenderung besar dan mencolok dalam perilaku mereka, karena mereka cenderung berenang di kolom air. Mereka dapat dihitung menggunakan teknik berenang, bertujuan menjangkau area yang luas dalam waktu singkat dengan minim gangguan penyelam. Pendekatan ini diperlukan bagi spesies diatas, karena biasanya telah mengelompok distribusi, dan dapat menunjukkan perilaku diver negatif atau positif. Teknik berenang lama ini selama 20 menit dengan kecepatan renang standar dengan kedalaman sekitar 5m sepanjang terumbu depan (tepat di bawah puncak karang, sehingga Anda dapat melihat puncak karang, datar dan slope dimana spesies-spesies cenderung muncul). Rekam ukuran sejumlah individu dari spesies yang diamati dalam 10m dalam kedua sisi pengamat dengan kertas nderwater. Untuk spesies yang bergerak sangat besar, dimensi transek yang sesuai 400m x 20 m. Steephead parrotfish dapat dihitung dengan menggunakan metodologi yang sama, meskipun transek sempit (5m di kedua sisi) diperlukan untuk spesies lebih kecil.

2. Kerapu

Sebagian besar spesies ikan kerapu yang berperilaku samar dan cenderung untuk tetap dekat dengan bagian dasar, atau bersembunyi di gua-gua atau di bawah karang dan tepian. Kerapu sering sering berkamuflase dengan baik sehingga kita tidak sadar, karena itu, menghitung spesies ini memerlukan modifikasi dari teknik di atas untuk meningkatkan tingkat deteksi. Spesies ini dapat survei dengan berenang lebih lambat sekitar 6 meter per menit (untuk memungkinkan pengamat untuk mencari substratum yang lebih teliti) selama 30 menit, menghitung dan memperkirakan ukuran semua individu dalam ukuran lebar 5m.


Kesimpulan

Teknik berenang lama telah diuji di banyak negara termasuk Seychelles, dan telah terbukti cocok untuk menghitung ikan karang besar lebih banyak. Keuntungan dari metode ini:

  • Berenang lama memungkinkan wilayah yang lebih luas dibandingkan dengan transek kecil;
  • Gangguan ikan oleh penyelam diminimalkan karena tidak ada tali/transek yang digunakan sebelum menghitung;
  • Teknik ini lebih cocok untuk ikan yang sensitif terhadap aktivitas penyelam;
  • Transek yang lebih luas untuk spesies mencolok berguna untuk menghitung ikan besar yang tidak memungkinkan pengamatan dekat;
  • Berenang dengan lebih lambat dengan intensitas pencarian meningkat dalam pita lebar lebih dari 5m menghasilkan jumlah yang lebih tinggi daripada metode lain untuk kerapu;
  • Metode Berenang lama membutuhkan logistik sederhana dan memberikan data yang berguna untuk melengkapi metode lebih mapan seperti survei visual.



Metode 6

Pemantauan Kualitas Air dalam Sistem Terumbu Karang


Pendahuluan

Kerusakan sistem terumbu karang dari polusi darat adalah salah satu masalah yang dihadapi dunia luas mengenai kelangsungan hidup terumbu karang. Contohnya adalah Teluk Jakarta, Indonesia dimana polusi dari lebih dari 10 juta orang telah menjadi faktor utama dalam kematian hampir semua karang di teluk.

Untuk mendeteksi kerusakan terumbu karang karena kualitas air yang buruk, pemantauan terumbu menggunakan metode standart 'kesehatan karang' dapat digunakan. Namun, seringkali sangat sulit untuk memisahkan penyebab potensial kerusakan terumbu karang misalnya rusak oleh pemutihan, penangkapan yang merusak, perubahan alam, dan penyakit karang. Jika diduga bahwa kualitas air adalah masalahnya, maka program pemantauan untuk mengukur sumber polutan, transport mereka ke daerah-daerah terumbu karang dan pemaparan dari terumbu untuk polutan harus ditetapkan. Seperti program pemantauan akan melengkapi program pemantauan dibentuk untuk mendeteksi efek biologis pada sistem terumbu karang.


Metode

Sumber dan beban

Umumnya polutan darat yang dikirim ke lingkungan laut dari berasal dari sumber titik. Sumber titik dapat terdiri dari pipa yang membawa limbah atau air limbah industri atau lebih umum sumber akan yaitu melalui sungai, sungai atau pipa membawa polutan dari tangkapan tersebut. Sebagai contoh dapat diambil dari pada satu titik, secara prinsip pemantauan dengan cara ini relatif mudah. Kategori-kategori penting berikut harus dipertimbangkan dalam desain program pemantauan:


1. Pola Aliran

Pipa aliran sering memiliki aliran cukup teratur sehingga dapat dimonitor setiap saat. Sebaliknya, sungai dan kali, terutama di daerah tropis, sangat bervariasi dan polutan sebagian besar diangkut pada musim hujan. Oleh karena itu sampling sungai dan kali harus terkonsentrasi pada saat itu;

2. Polutan yang akan diukur

Biasanya ada berbagai macam polutan mungkin dari tangkapan debit atau air limbah, sehingga sangat penting untuk mempersempit kisaran polutan diukur untuk memasukkan mereka yang paling mungkin menjadi penyebab masalah. Polutan yang bisa menyebabkan terumbu karang stress meliputi sedimen tersuspensi, nutrien (nitrogen dan fosfor senyawa), logam beracun (misalnya timah, kadmium dan tembaga), hidrokarbon minyak bumi (minyak pelumas dan bahan bakar), pestisida, limbah organoklorin dan bahan organik. Akan sangat mahal untuk mengambil dan menganalisis semua sampel, oleh karena itu penting untuk menargetkan polutan yang dapat menyebabkan masalah dan memiliki sumber yang dikenali/diketahui di daerah tangkapan air;

3. Perkiraan beban

Jumlah aktual (massa) polutan yang dibuang adalah penting untuk diketahui serta konsentrasi polutan dalam air. Untuk mengukur beban perlu untuk mengetahui volume debit serta konsentrasi polutan selama beberapa kali pada saat pengeluaran debit;

4. Identifikasi Sumber daerah tangkapan

Untuk mencoba untuk mengelola polutan, mungkin akan diperlukan untuk mengidentifikasi daerah-daerah sumber yang masuk dalam daerah tangkapan air, yang merupakan hasil utama dari polutan. Hal ini mungkin melibatkan pemantauan daerah tangkapan di sungai atau mulut sungai. 'Proxy' data juga mungkin digunakan seperti jumlah pestisida dijual di daerah tangkapan, data penggunaan pupuk dan pembuangan pengolahan limbah pabrik ke sungai.


Transpor dan eksposur

Sebagai polutan yang dibuang ke lingkungan laut dari muara atau sungai, ada proses yang terjadi untuk mengurangi konsentrasi polutan. Proses ini meliputi sedimentasi, penguapan dan transformasi biologi dan kimia serta pengenceran sederhana melalui pencampuran dengan air laut. Sekarang sering penting untuk mengetahui apakah ada pencemar (baik beban atau konsentrasi) yang cukup untuk mencapai sistem karang yang menyebabkan efek biologis.

Pemantauan polutan dalam lingkungan laut, baik di kolom air atau dalam sedimen atau organisme jauh lebih kompleks daripada pemantauan debit sumber titik. Sifat tiga dimensi dari badan air laut berarti bahwa banyak sampel yang diperlukan untuk menggambarkan apa yang terjadi. Oleh karena itu program sampling ketat perlu dirancang untuk menghasilkan hasil yang konklusif. pemodelan hidrodinamik mungkin digunakan dalam memprediksi transportasi, pengenceran, dispersi dan sedimentasi, tetapi model tersebut juga kompleks dan membutuhkan ahli desain.


Efek biologi

Program pemantauan terumbu karang harus mencakup indikator-indikator, yang relatif spesifik  untuk menunjukkan dampak kualitas air. Banyak indikator dari monitoring terumbu seperti tutupan karang dan jumlah ikan tidak sangat berguna dalam mendeteksi dampak kualitas air. Indikator seperti rekrutmen karang, recruit yang bertahan, kelimpahan alga dan dinamika, metode immunoassay dan kinerja fotosintesis (PAM) dapat menjadi indikator yang lebih berguna untuk banyak polutan.


Kesimpulan

Pemantauan tidak hanya harus fokus pada perubahan dalam sistem, tetapi juga pada penyebab dari perubahan. Jika polusi harus dikelola maka sumber polutan harus diidentifikasi dan dihitung. Dengan demikian program pemantauan kualitas air terpadu harus mengukur sumber, transpor dan efek sehingga penilaian pengelolaan pilihan dapat dibuat. Efektivitas dari pengelolaan untuk memecahkan masalah kualitas air juga dapat diuji dengan seperti program pemantauan terpadu.



Untuk File Pdf dapat diunduh disini :

mcrmpa-v1.pdf


REFERENSI:

Bunce L, Pomeroy B (2003). Socioeconomic Monitoring Guidelines for Coastal Managers in Southeast Asia: SOCMON SEA. GCRMN and World Commmission on Protected Areas, NOAA Washington DC, pp. 82.

Bunce L, Townsley P, Pomeroy R, Pollnac R (2000). Socioeconomic Manual for Coral Reef Management, 2nd edition. GCRMN and Australian Institute of Marine Science, Townsville pp.251 (ISBN 0 642 32205 8).

English S, Wilkinson C, Baker V (Eds) 1997. Survey Manual For Tropical Marine Resources, 2nd Edition.

Australian Institute of Marine Science, Townsville.

http://www.reefresilience.org/pdf/mcrmpa-v1.pdf

Russ GR 2002. Marine Reserves as Reef Fisheries Management Tools: Yet Another Review, In Coral Reef Fishes, PF Sale. Academic Press.

Samoilys M (Ed), 1997. Manual For Assessing Fish Stocks on Pacifi c Coral Reefs. Department of Primary Industries, Queensland.




Share
 

Add comment


Security code
Refresh