PADANG LAMUN PDF Cetak Surel
Ditulis oleh Safran Yusri   

Pendahuluan

NOAA

Lamun merupakan tumbuhan yang berpembuluh (vascular plant), dan jelas memiliki akar, batang, daun, bunga, buah, dan biji.  Bentuknya seperti rumput yang ada di darat, namun berbeda karena lamun mampu hidup di perairan laut yang mengandung garam.  Kita biasa menemukan tumbuhan lamun di dekat pantai, di perairan laut yang dangkal, yang dasarnya berpasir.  Mengapa?  Oleh karena tumbuhan lamun memerlukan intensitas cahaya matahari yang tinggi untuk berfotosintes.  Pasir yang biasa kita lihat menutupi dasaran padang lamun sesungguhnya adalah tumpukan pasir yang terbawa arus kemudian terperangkap di padang lamun. Hasilnya, dasaran padang lamun umumnya berupa dasaran berpasir.

 

Hamparan tumbuhan lamun yang biasa kita temui di tepi pantai, membentuk sebuah ekosistem tersendiri yang disebut padang lamun. Umumnya ekosistem ini terletak diantara ekosistem mangrove dan ekosistem terumbu karang. Manfaat ekosistem ini antara lain ialah sebagai tempat mencari makan, hidup dan memijah bagi berbagai jenis biota bentik dan ikan, dan juga merupakan daerah yang kaya bahan organik yang berasal dari serasah daun lamun. Secara ekologis, ekosistem lamun berfungsi sebagai penyaring sampah daratan dan meredam energi gelombang sehingga bisa mengurangi tingkat erosi pantai (Fortes, 1989).

 

NOAA


Tumbuhan lamun tidak sama dengan rumput laut.  Rumput laut yang sering disebut oleh masyarakat umum, sebenarnya adalah makroalga; sedangkan tumbuhan lamun yang telah disebutkan di atas, tergolong Angiospermae.  Dari keempat suku tumbuhan lamun, tiga di antaranya eksklusif hidup di laut, yaitu Cymodoceaceae, Posidoniaceae dan Zosteraceae.  Hingga saat ini, jenis lamun di dunia ada 60 yang masuk ke dalam 12 marga dan empat suku (Short et.al., 2004).  Di Indonesia sendiri ditemukan 12 jenis lamun yang tergolong ke dalam 7 marga (Larkum & den Hartog: 1989).


Tumbuhan lamun (seagrass) adalah tumbuhan berbiji yang hidup di perairan laut dangkal, dimana fotosintesis masih dapat dilakukan.  Mereka hidup menempel di substrat dan memiliki tipe akar rhizome yang terbenam di bawah pasir.  Berbeda dengan alga dan rumput laut, lamun berbunga, berbuah dan menghasilkan benih (Fortes, 1989). Umumnya penyerbukan lamun dilakukan di dalam air dengan pertolongan arus, kecuali untuk jenis Enhalus acoroides yang harus melakukan penyerbukan di atas permukaan air (Short et al., 2004).

Heather Dine

Penelitian yang dilakukan di Pulau Pari memperlihatkan bahwa setidaknya di daerah padang lamunnya, ditemukan 78 spesies ikan –termasuk diantaranya ikan-ikan yang bernilai tinggi untuk konsumsi termasuk diantaranya white-dotted rabbitfish, Japanese filefish, cardinal fish and mojarra (Fortes, 1989). Jika dinilai dari sudut keuntungan ekonomis, bila dibandingkan, setiap 0.4 ha lamun jenis Enhalus di Washington, Amerika mempunyai nilai sekitar USD 412,325 pertahunnya, dihitung berdasarkan jumlah energi dan nutrisi yang dihasilkan untuk pembudidayaan tiram, perikanan komersial, dan kegiatan olahraga pantai (Fortes, 1989). Melihat nilai tersebut, bisa dipastikan nilai ekonomi padang lamun di Indonesia, khususnya di Kepulauan Seribu bisa lebih besar, apabila pengelolaannya dilakukan secara efektif dimana terdapat kesinambungan antara tingkat pemanfaatan dan konservasi.

Souldude

Pari (Trygonoptera ovalis) yang hidup di padang lamun.

Bagaimanakah cara tumbuhan lamun berkembang biak? Tumbuhan lamun melakukan penyerbukan dengan memindahkan serbuk sari ke kepala putik.Jika di darat, angin yang membantu serbuk sari menyerbuki putik, maka di padang lamun air-lah yang berperan dalam penyerbukan dan juga penyebaran biji.

Ria Tan

Bunga betina dari Enhalus acoroides.

Biota laut lain memanfaatkan padang lamun sebagai tempat mencari makan dan mengasuh anak.  Duyung (Dugong dugon), yang biasa disebut Ikan Duyung, merupakan konsumen lamun terbesar, lalu diikuti oleh penyu hijau.  Kelompok ikan karang juga banyak yang mencari makan di padang lamun, berupa hewan avertebrata kecil penghuni padang lamun.

Geoff Spiby

Duyung (Dugong dugon) salah satu penghuni padang lamun.

Jullien WIllem

Duyung sedang memakan lamun.

 

Acuan


Tomascik, T., A.J. Mah, A. Nontji dan M.K.  Moosa. 1997.  The Ecology of the Indonesian Seas.  Part Two.  Perilus Edition, Singapore: vi + 1388 hlm.

Short F.T., McKenzie, L.J., Coles R.G. dan Gaeckle, J.L.  2004.  SeagrassNet Manual for Scientific Monitoring of Seagrass Habitat – Western Pacific Edition.  University of New Hampshire, USA, QDPI, Northern Fisheries Centre, Ausralia: 71 hlm.

McKenzie, L.J. & S.J. Campbell.  2002.  Seagrass Watch: Manual for community  (citizen) monitoring of seagrass habitat.  Western Pacific Edition (QFS, NFC, cairns): 32 hlm.

Larkum, A.W.D dan C. den Hartog. 1989 dalam Tomascik, T., A.J. Mah, A. Nontji dan M.K.  Moosa. 1997.  The Ecology of the Indonesian Seas.  Part Two.  Perilus Edition, Singapore: vi + 1388 hlm.

Fortes, M. D. 1989. Seagrasses: a resource unknown in the ASEAN region. ICLARM Education Series 5. International Center for Living Aquatic Resources Management, Manila, Philippines.

Share