Pengenalan Identifikasi ikan secara visual PDF Cetak Surel
Ditulis oleh Safran Yusri   

Oleh: Ario Sadewo dan Nugroho Susilo



A. Panduan Untuk di Lapangan

Keragaman spesies ikan karang sangat tinggi, salah satu penyebabnya adalah variasi habitat yang terdapat di terumbu. Terumbu karang menyediakan relung habitat yang beranekaragam sehingga memberi peluang bagi berbagai jenis ikan untuk hidup di sekitarnya.

Ada sekitar 4000 jenis ikan yang berasosiasi dengan ekosistem terumbu karang yang tercatat di Indopasifik (berdasarkan Springer (1982)), tetapi tidak semua ikan tersebut hidup dalam satu habitat yang sama. Mereka tersebar di beberapa bagian menurut kesukaan mereka terhadap habitat dan relungnya masing masing (Nybakken, 1992).


Tetapi bagaimana cara mensurvei ikan di ekosistem terumbu karang dengan setidaknya ada ratusan spesies di satu ekosistem terumbu karang?

Pada dasarnya mengkoleksi data survei ikan karang tidak lebih dari kita mengenali orang-orang di sekitar kita, seperti, saudara, teman kuliah atau teman kerja. Coba kalau anda hitung orang-orang tersebut yang bisa anda bayangkan satu-persatu bagaimana rupa dan sifatnya. Jika anda bisa menghitung dan menggambarkan setidaknya lebih dari 50 orang, maka anda layak menjadi kolektor data survei ikan. Dan satu lagi, anda diperbolehkan menggambar ikan tersebut, kemudian cari nama spesiesnya di buku identifikasi.


KARAKTERISTIK IKAN


Sirip


Sirip

Sirip merupakan salah satu karakteristik dalam mengidentifikasi ikan karang. Bentuk, letak dan kelengkapan sirip harus diketahui dalam pengidentifikasian. Gambar 1 menunjukan ilustrasi bagian-bagian sirip ikan.

Bagian yang harus diketahui adalah letak dan kelengkapan sirip ikan:

Sirip punggung = sirip Dorsal

Sirip perut  = sirip Ventral

Sirip dada   = sirip Pectoral

Sirip ekor    = sirip Caudal

Sirip dubur  = sirip Anal

Bentuk dan kelengkapan sirip pada ikan perlu untuk diperhatikan karena akan sangat berguna dalam mengidentifikasikan ikan karang. Seperti yang dipunyai oleh Famili Ostraciidae, tidak mempunyai sirip ventral dan mempunyai bentuk yang khas

Caudal


Caudal

Pada gambar di atas dijelaskan bentuk caudal:

  1. Membulat
  2. Mendatar
  3. Berlekuk tunggal
  4. Bulan sabit
  5. Cagak


Bentuk ekor / caudal dapat menjelaskan kebiasaan berenang ikan. Bentuk bulan sabit umumnya dipunyai oleh ikan perenang cepat atau ikan-ikan pelagis (tongkol, tenggiri, tuna) (Gambar 4a).  Sirip caudal yang membulat, mendatar atau cagak, biasanya dimiliki oleh ikan yang perenang yang kuat dan cepat tetapi lebih lambat dari pada yang disebutkan diatas. Ikan yang mempunyai caudal sambungan dengan dorsal atau anal biasanya perenang yang lambat dan kadang bergerak merayap di dasar (Gambar 4b).



Dorsal


Dorsal

Pada sirip ikan kita akan menemui duri keras dan duri lunak. Duri keras pada kebanyakan ikan digunakan sebagai alat pertahanan dirinya. Seperti ikan lepu ayam dan lepu batu memiliki duri keras pada bagian sirip punggung yang beracun. Sedangkan pada ikan trigger kita akan melihat dua duri keras pada bagian sirip punggung dan sirip perut.

Pada kenyataannya di lapangan bentuk duri dorsal kadang sulit terlihat karena ikan biasanya menundukan sirip dorsalnya. Dan kadang bila merasa terancam ikan tersebut membuka siripnya. Disirip tersebut kadang terdapat corak yang berbentuk bintik hitam yang besar. Hal ini dipercaya peneliti kalau corak ini dibuat untuk memberikan kesan peringatan terhadap yang mengancamnya.

Ada beberapa sisip dorsal yang khas dipunyai oleh ikan yaitu dari genus Heniochus dan Zanclus. Keduanya mempunyai dorsal yang panjang seperti bendera. Dan yang membedakan adanya sedikit lagi sirip di dorsalnya pada genus Heniochus (Gambar 5).

Untuk sirip pectoral, ventral dan anal jarang terlihat dan digunakan dalam pengidentifikasian, biasanya hanya berdasarkan bentuk saja. ada juga dalam penggunaanya bagi ikan tersebut. Misal pada famili Blennidae menggunakan sirip ventralnya berfungsi seperti kaki dan terlihat berjalan bukan nya berenang (Gambar 6). Atau pada spesies Thalasomma sp. mengepak kepakan sirip pectoralnya dalam gaya berenangnya.

Bentuk Badan


Bentuk Badan


Bentuk badan ikan terbagi menjadi (Gambar 7):

1. Fusiform                       6. Taeniform

2. Compressiform               7. Sagittiform

3. Depressiform                 8. Globiform

4. Angguiliform

5. Filiform


Bentuk badan fusiform tidak banyak ditemui pada ikan di ekosistem terumbu karang, karena kebanyakan ikan karang tidak memerlukan kemampuan renang yang cepat untuk dapat hidup di terumbu karang. Bahkan pada beberapa jenis ikan kita akan menemui bentuk badan yang merupakan campuran dari beberapa bentuk badan yang ada secara umum.

Dari bentuk badan ikan tersebut kita dapat menduga seperti apa kehidupan ikan tersebut. Ikan perenang cepat dan kebanyakan hidup di daerah lautan terbuka memiliki bentuk badan yang memiliki karakteristik ultra-streamlined. Bentuk badan seperti itu disebut fusiform, yang banyak ditemui pada ikan tenggiri, tongkol dan tuna. Kebanyakan dari ikan yang memiliki bentuk badan depressiform hidup pada bagian dasar terumbu karang.

Biasanya mereka menyamarkan diri dengan lingkungan sekitarnya, baik itu sebagai usaha untuk melindungi diri maupun cara untuk mencari makan. Ikan yang memiliki bentuk badan compressiform hidup pada kolom air atau berenang di antara celah karang. Mereka dapat bergerak cepat dalam usaha pertahanan diri. Bentuk badan globiform biasanya dimiliki oleh ikan yang memiliki sistem pertahanan diri dengan menggembungkan badannya dan atau memiliki racun pada bagian tertentu dari tubuhnya.

Posisi Mulut

Posisi mulut


Posisi mulut adalah letak mulut ikan pada kepalanya. Ada 4 posisi mulut ikan, yaitu (gambar 8):

1. Terminal, yaitu mulut terletak di ujung hidung.

Contoh : Ikan Mas

2. Subterminal, yaitu mulut terletak dekat ujung hidung.

Contoh : Ikan kuro

3. Superior, yaitu mulut terletak di atas hidung, biasanya rahang bawah lebih panjang daripada rahang atas

Contoh : Ikan julung julung, swanggi (famili Priachantidae)

4. Inferior, yaitu bila mulut terletak dibawah hidung, biasanya rahang atas lebih panjang dari rahang bawah.

Contoh : Ikan cucut, Hiu, Pari


Bentuk Mulut


Bentuk mulut

Bentuk mulut ikan dipengaruhi oleh jenis makanan.

ü  Ikan pemakan karang atau alga seperti genus Chaetodon sp., Chelmon sp., Flamus sp. mempunyai mulut yang kecil dan kadang ada yang panjang.  Hal ini digunakan untuk memakan karang atau alga.

ü  Famili Scaridae memiliki bentuk mulut yang kokoh dan seperti paruh burung Kakatua, dimodifikasi menjadi penyobek dan pemakan karang sampai bagian kerasnya. Jadi batu karang digerogoti untuk diambil alga/karang yang menempel di karang tersebut.

Adapun bentuk mulut karena modifikasi tertentu, salah satunya adalah:

ü  Pada famili Haemulidae yang mempunyai bibit yang tebal. Nama umum dari famili ini adalah ikan sweet lips (bibir manis). Bibir yang tebal ada juga pada beberapa di Famili Pomacentridae, yaitu sweetlip damselfish; Hemiglyphidodon plagiometopon.


Ciri Khusus


Ciri khusus

Ciri khusus pada ikan dipakai untuk mengenal lebih mudah dan teliti morfologi ikan ikan tertentu, ciri khusus selain dari corak atau sirip tambahan terdapat pula ciri lainnya yaitu:

  1. Finlet, sirip yang terdapat dibelakang sirip punggung dan sirip dubur. Contohnya terdapat pada ikan kembung (Rastrlliger sp.), ikan tenggiri (Scomberomorus sp.)
  2. Skut, yaitu kelopak tebal yang mengeras dan tersusun seperti genting. Skut yang terletak di bagian perut disebut skut abdominal (Clupea sp.), sdangkan skut yang terletak pada bagian pangkal ekor disebut skut caudal (ikan selar, Carangx sp.)
  3. Kil, yaitu rigi – rigi yang puncaknya meruncing dan terdapat pada bagian batang ekor ikan, misalnya terdapat pada ikan tongkol, kembung dan ikan ikan yang termasuk pada famili Scombridae dan Achanturidae.
  4. Sirip lemak (adipose fin), yaitu sirip tambahan yang berupa lapisan lemak yang terdapat di belakang sirip punggung dan sirip dubur, misalnya terdapat pada ikan keting (Ketengus sp.), Jambal (Pangasius sp.), dll.




Corak dan Warna


Corak dan warna ikan

Ikan karang mempunyai warna yang beragam hal ini dikarenakan ikan karang berada di daerah karang yang berwana-warni juga. Dapat dibandingkan dengan ikan yang berada di daerah lamun atau berpasir. Ikan-ikan tersebut cenderung berwarna putih, hal ini dikarenakan pola adaptasi yang dilakukan ikan tersebut di daerah berpasir dengan menggunkan warna yang mirip dengan substratnya sehingga tidak mudah terlihat oleh predator.

Ada beberapa famili atau spesies yang memiliki corak corak yang unik sebagai penanda kelompok mereka walaupun tidak semuanya ada. Misalnya pada Famili Pomacentridae:


  • Genus Pomacentrus : Biasanya mempunyai titik di sirip dorsalnya atau mempunyai titik di pangkal sirip pectoral.


  • Genus Chromis : Biasanya mempunyai corak warna sebagian atau terbagi dua. Ekor cagak.



  • Genus Abudefduf : Mempunyai garis garis vertikal. Yang membedakan antar spesies dapat pada jumlah garis yang dipunyai dan corak khusus.


Corak warna pada famili Labridae dapat berubah menurut pertumbuhan ikan tersebut karena ada siklus dan tahapan kehidupan yang dialami ikan tersebut misalnya pergantian kelamin atau karena tumbuh dewasa.

Sedangkan pada Famili Haemulidae, ikan juvenil mempunyai corak yang berbeda dari ikan dewasanya. Untuk itu pada ikan ikan tertentu juga harus diketahui corak-corak tertentu ketika ikan itu masih juvenil dan dewasa dalam satu spesies, sehingga tidak mengakibatkan tercatatnya dua spesies karena berbeda corak.


Panduan pengenalan pada corak adalah :

1. Catat/gambar  dot / titik yang ada pada ikan, jumlah, letak dan bentuk titiknya serta ukurannya.

2. Catat berapa garis (horizontal atau vertikal) yang dipunyai ikan seperti yang telihat di genus Abudefduf, genus Chaetodon (vertikal) famili Haemulidae (horizontal) dan lain lain.

3. Catat corak corak lainnya seperti : bintik bintik putih atau lainnya


Tempat Hidup


Tempat hidup (kebiasaan atau sering dijumpai di tempat mana?)

Ikan Nokturnal akan cenderung bersembunyi di celah-celah / bawah karang pada siang hari. Karena ikan tersebut akan aktif pada malam hari dalam hal mencari makan dan kebalikan dengan hewan diurnal yang aktif di siang hari. Seperti pada famili Holocentridae dan Serranidae (terutama kerapu). Jika diperhatikan ikan-ikan nokturnal mempunyai warna cenderung merah – hitam – putih, dan kadang memiliki mata yang besar karena beradaptasi dengan cahaya yang kurang dan untuk mencari mangsa.



Kecenderungan warna merah yang dipunyai dikarenakan di dalam air warna merah lebih mudah diserap oleh air sehingga jika malam warna tersebut akan kelihatan menjadi hitam dan ikan menjadi tidak terlihat. Kemampuan untuk tidak terlihat ini digunakan dalam mencari mangsa.

  • Famili Bleenidae biasanya berada di atas karang. Diam diatas karang dengan menggunkan sirip ventral memegang karang. Gobiidae juga melakukan hal seperti itu tetapi letaknya di pasir atau substrat.
  • Genus Amphiprion umumnya ditemukan  di sela-sela anemon.
  • Ikan muray biasanya bersembunyi di gua-gua karang, kadang yang telihat hanya kepalanya.
  • Apogonidae selalu berada di sela-sela karang branching dengan jumlah yang banyak.


Ciri khusus II


Ciri khusus

  • Scaridae mempunyai mulut yang seperti burung kakak tua yang berfungsi untuk mengaruk/ menyobek dan memakan karang.

  • Priachantidae mempunyai bentuk mulut yang bibir bawahnya lebih panjang dari pada bibir atas dan cenderung kearah atas untuk bibir bawahnya.

  • Mullidae mempunyai jenggot atau sunggut yang berfungsi untuk meraba raba permukaan subtrat untuk mencari makan.

  • Achanturidae mempunyai duri di pangkal ekor. Durinya tajam, untuk itu nama umumnya adalah surgeon fish (ikan bedah) karena durinya seperti silet bedah. Ikan mempunyai kekhususan yaitu ekor yang bulan sabit dan pipih, biasanya bergerombol.

  • Haemulidae mempunyai mulut dengan bibir yang tebal.


Cara Berenang


Cara berenang/ bergerak

Beberapa wrasses seperti spesies Thalasoma sp. merupakan contoh yang unik dari cara berenang. Ikan ini dominan menggunakan sirip pectoralnya untuk bergerak. Seperti mengepakan sayap pada burung.

Tingkah Laku


Tingkah laku lainnya

Ikan Lepu Batu melakukan penyamaran di subtrat karang. Kadang sampai tidak terlihat. Ikan tersebut merupakan ikan beracun yang ada pada duri di sirip dorsalnya.


Bentuk Ikan


Bentuk ikan

Gambar dibawah merupakan bentuk umum pada masing masing famili.



Mengenali spesies ikan karang diperlukan ciri-ciri yang harus diketahui di lapangan dengan baik. Kelengkapan informasi tersebut maka pendugaan spesies dapat akurat, mengingat identifikasi seharusnya dilakukan di dalam laboratorium atau ikannya harus ditangkap terlebih dahulu kemudian dilihat ciri-ciri khususnya dengan buku taksonomi ikan. Tetapi ikan karang mempunyai keunikan pada corak yang dimilikinya dan berbeda beda-pada setiap spesies.

Bila anda belum ahli dalam pengidentifikasian ikan anda dapat mencari daftar ikan karang yang pernah di data di daerah itu sebelumnya, kemudian konsentrasi untuk menghafal dan mengenali spesies yang pernah ditemukan. Jika ada penambahan atau pengurangan jangan kaget dulu.


Penambahan dan pengurangan jumlah spesies ikan karang dapat disebabkan oleh:

  1. Spesies itu tidak berada di daerah transek, sehingga tidak tercatat.
  2. Terjadinya ledakan reproduksi spesies pada bulan pengambilan data yang lampau atau sekarang.
  3. Adanya migrasi ikan keluar atau masuk di daerah tersebut.



B.  Panduan Buku Identifikasi Ikan


Panduan untuk mencari spesies ikan karang menggunakan buku identifikasi adalah sebagai berikut :

Dalam buku identifikasi terdapat nama kelompok ikan umum yang digunakan. Seperti:

  • Angelfish = terdiri dari Famili Pomachanthidae
  • Damselfish = terdiri dari Famili Pomacentridae
  • Grouper, Anthiases, Soapfishes, Prettyfins,
  • Hawkfish = terdiri dari Famili Serranidae
  • Cardinalfish = terdiri dari Famili Apogonidae
  • Sweetlips = terdiri dari Famili Haemulidae
  • Spinecheeks = terdiri dari Famili Nemitheridae
  • Emperor = terdiri dari Famili Lethrinidae
  • Goatfish = terdiri dari Famili Mullidae
  • Butterflyfish = terdiri dari Famili Chaetodontidae
  • Surgeonfish = terdiri dari Famili Achanturidae
  • Wrasses, parrotfish = terdiri dari Famili Labridae
  • Dan lainnya…


Setidaknya dengan mengetahui nama kelompok ikan serta karakteristik di tiap tiap kelompok dalam pencarian di buku identifikasi akan memotong waktu yang lama.


Dalam pengambilan data ikan di lapangan ada baiknya kita harus terlebih dahulu

  • Mengetahui letak letak keunikan ikan karang dan sudah mampu mengelompokkan ikan karang ke dalam kelompok umum (damselfish, wrasses, butterfly, grouper, dll) dan mampu mengetahui bentuk bentuk sirip serta kelengkapannya.
  • Dapat digambar di sabak atau kertas tahan air selama pengambilan data dengan memberi tanda pada corak corak yang khas pada ikan yang diamati. Dan kemudian diyakinkan dengan melihat buku identifikasi ikan.
  • Dalam menentukan spesies ikan karang di buku identifikasi juga perlu diperhatikan distribusi zoogeograpic ikan tersebut atau penyebaran spesies ikan. Untuk menghindari kesalahan identifikasi ikan karena biasanya ada beberapa spesies ikan yang endemik di satu daerah dan tidak ditemukan didaerah yang kita amati.



C.  Panduan Ekologi Ikan Karang

Distirbusi

1.  Distribusi Ikan Karang

a. Disribusi Harian

Berdasarkan distribusi harian, ikan karang umumnya terbagi menjadi 3 kelompok ikan yaitu ikan-ikan diurnal, nokturnal dan crepuscular. Ikan-ikan diurnal aktif berinteraksi pada siang hari sedangkan ikan-ikan nokturnal kehidupannya aktif pada malam hari sedangkan crespuscular adalah aktif di antaranya.

Distribusi ikan karang di ekosistem terumbu karang sebagian besar adalah ikan-ikan diurnal (aktif pada siang hari).  Ikan-ikan karang tersebut mencari makan dan tinggal di permukaan karang dan memakan plankton yang lewat diatasnya.  Ikan-ikan diurnal ini meliputi Famili Pomacentridae, Chaetodontidae, Acanthuridae, Labridae, Lutjanidae, Balistidae, Serranidae, Cirrhitidae, Tetraodontidae, Blenniidae, dan Gobiidae (Allen dan Steene, 1990).

Ikan-ikan nokturnal (aktif di malam hari) hanya terdapat dalam jumlah yang kecil.  Ikan-ikan ini pada siang hari menetap pada gua-gua dan celah-celah karang.  Ikan-ikan nokturnal tersebut termasuk ke dalam Famili Holocentridae, Apogonidae, Haemulidae, Muraenidae, Scorpaenidae, termasuk Famili Serranidae dan Labridae.  Sejumlah kecil ikan-ikan lain yang sering melintasi ekosistem terumbu karang adalah dari Famili Scombridae, baracuda (Sphyraenidae), ekor kuning (Caesionidae), dan hiu.

Ikan crepuscular (aktif diantara) contohnya pada ikan-ikan dari suku Sphyraenidae (Baracudas), Serranidae (groupers), Carangidae (Jacks), Scorpaenidae (Lionfishes), Synodontidae (Lizardfishes), Carcharhinidae, Lamnidae, Spyrnidae (Sharks) dan beberapa dari Muraenidae (Eels).


b. Distribusi vertikal

Berkaitan dengan fungsi terumbu sebagai tempat hidup ikan karang maka distribusi secara vertikal dapat dikelompokkan sebagai berikut (Harmelin-Vivien, 1979 dalam Septiasari, 2004):

1. Ikan karang yang hidup di sedimen

Contoh: Gobiidae, Ophictidae, Trichonotidae

2. Ikan yang hidup di permukaan sedimen

contoh: Nemipteridae, Mullidae, Sygnatidae

3. Ikan yang hidup di gua-gua karang

Contoh: Seranidae, Holocentridae, Pomacentridae

4. Ikan yang hidup di permukaan terumbu karang

Contoh: Bleniidae, Synodontidae, Monachantidae

5. Ikan karang yang hidup di sekitar terumbu karang

Contoh: Labridae, Chaetodontidae, Scaridae, Achantuidae

6. Ikan karang yang hidup di kolom air

Contoh: Carangidae dan Belonidae


Daur Hidup


2.  Daur Hidup Ikan

Membedakan jenis kelamin ikan karang secara visual sangat sulit dilakukan karena ada beberapa ikan karang yang dapat berganti jenis kelamin di saat tertentu. Sangat sulit untuk dapat menentukan jenis kelamin ikan karang, walau pada beberapa spesies hal tersebut mudah dilakukan dengan melihat perbedaan corak warna. Tidak seperti pada manusia dimana jenis kelamin sudah dapat dibedakan sejak masa awal pertumbuhan, pada ikan, hal tersebut dapat berubah atau biasa disebut sex change (perubahan kelamin).

Ada yang hermaprodit simultan, dimana sepasang ikan dapat berubah jenis kelaminnya dalam waktu satu hari (Fischer dan Peterson, 1987). Tetapi kebanyakan ikan merupakan sex change sekuensial, dimana seiring waktu, jenis kelamin dapat berubah dari jantan menjadi betina atau sebaliknya.

Sex change sekuensial terbagi menjadi dua, yaitu protagyni awalnya adalah betina kemudian berubah menjadi jantan, yang kedua protandri yang merupakan kebalikannya.

Kelompok dari Famili Labridae dan Scaridae merupakan yang melakukan hermaprodit sekuensial baik dimulai dari protagyni atau protandri. Untuk itu dalam melakukan visual sensus, terkadang pengamat mengalami kesulitan dalam menentukan spesies ikan tersebut karena corak atau warna yang ada mengalami fase yang berbeda-beda dan warna juga ikut berbeda.

Sex change sekuensial yang protandri contohnya adalah anemone fish. Biasanya ikan anemon berada di anemon, berpasangan yaitu jantan dan betina. Setelah kawin dan mempunyai anak dan betina pergi dari tempat (anemon) itu atau bahkan mati. Maka jantan akan berubah menjadi betina dan juvenil yang paling besar akan tumbuh menjadi jantan.


Struktur Komunitas

3.  Struktur Komunitas Ikan Karang dan Interaksi

Komunitas ikan karang mempunyai hubungan yang erat dengan terumbu karang sebagai habitatnya. Banyak ahli yang sepakat bahwa kelimpahan ikan Famili Chaetodontidae merupakan indikator kondisi terumbu karang dan terdapat hubungan yang positif antara persen penutupan karang hidup dengan kelimpahan jenis ikan Famili Chaetodontidae (Hutomo dkk., 1985).

Struktur fisik dari karang batu Scleractinia berfungsi sebagai habitat dan tempat berlindung bagi ikan karang, dimana:

1. Beberapa jenis ikan karang menggunakan habitat ini sebagai tempat berlindung dari  predator  sehingga merupakan daerah yang aman bagi perkembangan kematangan seksual.

2. Daerah ini sebagai tempat mencari makan dimana sejumlah ikan karang memanfaatkan karang secara langsung (Sale, 1991).

Choat dan Bellwood (1991) yang membahas interaksi antara ikan karang dengan terumbu karang menyimpulkan tiga bentuk umum yang diperlihatkan dalam hubungan, yaitu:

1. Interaksi langsung, sebagai tempat berlindung dari predator atau pemangsa terutama bagi ikan-ikan muda.

2. Interaksi dalam mencari makanan, meliputi hubungan antara ikan karang dan biota yang hidup pada karang terutama alga.

3. Interaksi tak langsung akibat struktur karang, kondisi hidrologi dan sedimen.

Tipe pemangsaan yang paling banyak di terumbu karang adalah karnivora, yakni ± 59 – 70% dari spesies ikan.  Ikan herbivora dan pemakan karang merupakan kelompok besar kedua yaitu ± 15% dari spesies ikan, dan yang paling penting dari kelompok ini adalah Famili Scaridae dan Acanthuridae.  Sisanya diklasifikasikan sebagai omnivora atau multivora, yaitu ikan-ikan dari Famili Pomacentridae, Chaetodontidae, Pomacanthidae, Monacanthidae, Ostraciontidae, dan Tetraodontidae.  Ikan-ikan pemakan zooplankton memiliki ukuran tubuh yang kecil, yaitu ikan dari Famili Clupeidae dan Antherinidae (Nybakken, 1988).


Menurut Nybakken (1988), interaksi ikan karang yang terjadi dalam ekosistem terumbu karang antara lain adalah:

1.    Pemangsaan, dimana ada dua kelompok ikan yang secara aktif memakan koloni-koloni karang, yaitu spesies yang memakan polip-polip karang mereka sendiri, seperti Ikan Buntal (Tetraodontidae) dan Ikan Kepe-kepe (Chaetodontidae), dan sekelompok multivora (omnivora) yang memindahkan polip karang untuk mendapatkan alga di dalam kerangka karang atau berbagai invertebrata yang hidup dalam lubang kerangka (Acanthuridae dan Scaridae).

2.    Grazing, dilakukan oleh ikan-ikan Famili Siganidae, Pomacentridae, Acanthuridae, dan Scaridae yang merupakan herbivora grazer pemakan alga sehingga pertumbuhan alga yang bersaing ruang hidup dengan karang dapat terkendali.

Kebanyakan ikan yang tergolong herbivora adalah ikan-ikan yang aktif di siang hari (diurnal), berwarna cemerlang dengan mulut yang kecil.  Beberapa jenis umumnya membentuk kelompok yang cepat bergerak (Mc Connaughey dan Zottoli, 1983), sedangkan ikan-ikan karnivora umumnya mencari makan di malam hari (nokturnal).


Allen dan Steene (1998) membagi jaringan makanan yang terjadi di ekosistem terumbu karang dalam empat tropik level, yaitu:

1. Tumbuh-tumbuhan, terutama jenis alga sebagai produsen utama yang memanfaatkan secara langsung energi matahari untuk pertumbuhan jaringan melalui proses fotosintesis.  Pada tropik level pertama ini ekosistem terumbu karang harus menyediakan energi yang cukup besar untuk digunakan pada tropik level berikutnya.  Hal tersebut dimungkinkan dengan adanya simbiosis alga bersel satu yang dikenal Zooxanthellae dengan jaringan karang.

2. Organisme-organisme herbivora yang mengkonsumsi massa dari tumbuhan.  Herbivora lebih efisien dalam pemanfaatan energi dibandingkan dengan karnivora dan omnivora atau tingkat tropik yang lebih tinggi.  Kelompok terpenting  dari ikan-ikan karang herbivora adalah Famili Mugilidae (mulletsi), Scaridae (parrotfishes), Acanthuridae (surgeonfishes), Kymposidae (rudderfishes), Chaetodontidae (butterflyfishes), Pomacentridae (damselfishes), Blennidae (blennies), Siganidae (rabbitfishes), Balistidae (triggerfishes), Monacanthidae (Filefishes), Ostraciontidae (Boxfishes), dan Tetraodontidae (puffer).  Secara keseluruhan pemakan alga dapat digolongkan menjadi pemakan tumbuhan (grazer) dan pemakan polip atau tunas (browser).  Kelompok pertama mengumpulkan makanannya di sekitar dasar perairan seperti ikan-ikan surgeon, damsel, blennies, dan trigger, selebihnya adalah browser yang memiliki gigi untuk memotong daun atau filamen yang terdapat di permukaan terumbu karang.

 3.    Ikan-ikan karnivora kecil yang memakan zooplankton, ikan-ikan kecil, dan invertebrata.  Ikan-ikan yang termasuk   ke dalam golongan ini adalah damselfishes dari genus Chromis, Famili Synodontidae (lizardfishes), Muraenidae (moray eel), Holocentridae (squirrelfishes), Apogontidae (cardinalfishes), Serranidae (grouper), Lutjanidae (snapper), dan Labridae.

4.    Kelompok predator besar yang termasuk dalam kelompok hiu, murai, Famili Carangidae, Scombridae, Sphyraenidae (baracuda) dan kelompok ikan-ikan omnivora yang memakan tumbuhan dan biota-biota kecil.  Spesies yang penting termasuk dalam kategori ini adalah beberapa jenis Pomacentridae, Scaridae, Gobiidae, Labridae, Balistidae, dan Tetraodontidae.


Kelompok Ikan Karang

Menurut Adeirm (1993) kelompok ikan karang dibagi dalam tiga kategori yaitu:

  1. Ikan target, yaitu ikan ikan karang yang mempunyai manfaat sebagai ikan konsumsi, seperti Famili Serranidae, Lutjanidae, Haemulidae, dan Lenthrinidae
  2. Ikan indikator, yaitu kelompok ikan karang yang dinyatakan sebagai indikator kelangsungan hidup terumbu karang. Hanya satu famili yang masuk kelompok ini yaitu Famili Chaetodontidae
  3. Ikan utama (mayor), yaitu ikan yang berperan dalam rantai makanan, seperti ikan dari Famili Pomacentridae, Scaridae, Achanturidae, Caesionidae, Mullidae, dan Apogonidae


Daftar Acuan

Allen, G.R., dan Steene, R.C. (1988). The Marine Fishes of Northwestern Australia. Aust., Perth, western Australia.

Bell, J. D., dan Galzin, R. (1984). Influence of live coral cover on coral reef fish communities, Mar.Ecol.Prog.Ser

Brojo M. dan Setiawan W, 2004. Penuntun Praktikum Ikhtiologi. Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Institut Pertanian Bogor. Bogor

Carpenter et al., (1981). The onfluence of subtrate structure on the local abundace and diversitu of philippine reef fishes. Proc. Int. Coral reef symp., 4th

English S.,C. Wilkinosn dan V.Baker. 1994. Survey Manual for Tropical Marine Resources Australian Institut of Marine Science. Townsville. Australia.

Fish Base. 2003. Http://www.fishbase.org.summary/

Fischer, E.A., Petersen, C.W. (1987). The evolution of sexual pattern in the seabasses. Bioscience 37, 482-489.

Gerry Allen 1997, Marine Fishes of South East Asia, Periplus Edition Western Australian Museum 6000

Hutomo, m. 1986. Komunitas Ikan Karang dan Metode Sensus Visual. LON LIPI. Jakarta.

Kuiter, R. H. 1992 . Tropical reef-fishes of the Western Pasicific-Indonesia and adjacent Water. P.T. Gramedia Pustaka Utama. Jakarta.

Lieske E. R. Myers 1997 Reef Fishes of the World, C.V Java book Jakarta 14240

Luckhurt, BV. E., dan luckhurst, K. (1978). Nocturnal observation of coral reef fishes along depth gradiens. Can J. Zool.

Nybakken, J.W.  1992.  Biologi Laut: Suatu Pendekatan Ekologis.  (Alih Bahasa oleh : H. M. Eidman, Koesoebiono, D. G. Bengen, M. Hutomo, S. Sukardjo).  PT. Gramedia Pustaka Utama. Jakarta.

Randall , J.E.,Steene R. J and R. Allen 1997 The complete divers and fishermens guide to Fishes of the Great Barrier Reef and Coral Sea, A CHP Production, Bathurst NSW 2795

Sale, P.F. 1991. The Ecology of fishes on Coral Reefs. Academic Press. California.

Septiasari, R. 2004. Studi kesukaan (preferensi) ikan karang terhadap karakteristik substrat dasar di kawasan perairan pulau pulau lima bagian barat pulau belitung. Skripsi. Fakultas perikanan dan ilmu kelautan. Institut pertanian bogor. Tidak dipublikasikan.

Valentino, R. A 2004. Karakteristik ikan karang do loaksi transplantasi dan non transplantasi karang di pulau pari, kepualuan seribu. Skripsi. Fakultas perikanan dan ilmu kelautan. Institut Pertanian Bogor. Tidak dipublikasikan.

Share
 

Comments  

 
0 #1 AnjasDong 2012-01-26 14:10
Mantap... ada yg versi Buku atw PDF nya nggak...???
Quote
 

Add comment


Security code
Refresh