Tentang Pelatihan PDF Cetak Surel
Ditulis oleh Budi Santoso   

Bagian 1:

TENTANG PELATIHAN


Bagian ini menguraikan beberapa hal umum terkait dengan pelatihan, antara lain:

ü  Pengertian Pelatihan

ü  Tujuan Pelatihan

ü  Jenis Pelatihan

ü  Ciri Pelatihan dan Pergeseran Paradigma Pelatihan


PENGERTIAN PELATIHAN

Banyak penjelasan yang coba menjabarkan tentang pengertian pelatihan, dari berbagai penjelasan tersebut memiliki kecenderungan arti yang sama. Berikut beberapa pengertian pelatihan yang disarikan dari berbagai sumber.


  • Pelatihan adalah proses pembelajaran yang lebih menekankan praktek dari pada teori yang diakukan seseorang atau kelompok dengan menggunakan pendekatan berbagai pembelajaran dan bertujuan meningkatkan kemampuan dalam satu atau beberapa jenis keterampilan tertentu.


  • Pelatihan ialah serangkaian aktivitas yang dirancang untuk meningkatkan keahlian-keahlian, pengetahuan, pengalaman, ataupun perubahan sikap seorang individu. Pelatihan berkenaan dengan perolehan keahlian-keahlian atau pengetahuan tertentu.


  • Pelatihan adalah suatu proses belajar mengenai sebuah wacana pengetahuan dan keterampilan yang ditujukan untuk penerapan hasil belajar yang sesuai dengan tuntutan tertentu.


  • Pelatihan adalah proses pengalaman belajar yang terstruktur untuk mengingkatkan pengetahuan, sikap dan keterampilan.


  • Pelatihan adalah cara untuk menghilangkan atau memperkecil kesenjangan antara kondisi yang diharapkan dengan kondisi ril yang terjadi.


  • Pelatihan sebagai suatu kegiatan yang direncanakan oleh suatu kelompok, lembaga atau institusi untuk memfasilitasi proses belajar seseorang atau kelompok untuk mencapai kompetensi tertentu.


  • Pelatihan adalah proses menjadikan individu atau organisasi menjadi lebih baik dari kondisi sebelumnya.



TUJUAN PELATIHAN

Pelatihan dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, kinerja, dan perilaku individu, kelomok maupun organisasi. Oleh karena itu kegiatan pelatihan harus dirancang sedemikian rupa agar benar-benar memberikan manfaat sesuai dengan tujuan pelaksanaannya.


  • Tujuan pelatihan yaitu agar peserta pelatihan baik kelompok atau organisasi maupun perseorangan dapat menguasai pengetahuan, keterampilan dan perilaku yang dilatihkan dalam program pelatihan sehingga dapat diaplikasikan baik untuk jangka waktu pendek maupun jangka waktu yang lama.


  • Tujuan pelatihan bisa juga suatu pernyataan tentang pengetahuan, keterampilan dan sikap/perilaku yang diharapkan dapat dicapai atau dikuasai oleh peserta pelatihan ketika pelatihan telah selesai.


Pada saat ini umumnya tujuan pelatihan dibuat dalam standard kompetensi, karena biasanya pelatihan bertujuan untuk pemenuhan suatu kompetensi tertentu. Kadangkala suatu pelatihan disiapkan untuk pemenuhan suatu jenis kompetensi, suatu level kompetensi, atau kompetensi bidang tertentu. Alat pretest biasanya digunakan untuk mengetahui pada level kompetensi mana posisi kemampuan peserta pelatihan. Sehingga tujuan peletihan untuk pemenuhan level kompetensi ditentukan untuk pemenuhan level kompetensi berikutnya.


Kompetensi yaitu spesifikasi pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang dimiliki seseorang dari suatu kelompok, organisasi maupun lembaga dalam melaksanakan fungsi dan tugas tertentu sesuai dengan persyaratan pemenuhan fungsi dan tugas tersebut.



JENIS PELATIHAN

Dari segi materi, pelatihan dapat di golongkan menjadi 2 (dua) jenis, yaitu:

1. Pelatihan Wacana (Knowledge Based Training)

Adalah sebuah pelatihan mengenai sebuah wacana baru yang harus disosialisasikan kepada peserta pelatihan dengan tujuan wacana baru tersebut dapat meningkatkan pencapaian tujuan seseorang, kelompok, organisasi atau lembaga.


2. Pelatihan Keterampilan (Skill Based Training)

Adalah sebuah pelatihan mengenai pengenalan atau pendalaman keterampilan seseorang, kelompok, organisasi atau lembaga baik secara teknis (Hard Skill) maupun bersifat non teknis yang lebih bersifat pada pengembangan pribadi (Soft Skill).


Hard Skill

Hard skill bersifat sangat teknis, maka cukup mudah dipelajari berdasarkan panduan, dan mudah diukur hasil pelaksanaannya. Pengukuran bersifat kuantitatif untuk dapat melihat hasil pelatihan. Contoh pelatihan jenis ini antara lain:

-      Pelatihan penangkapan ikan hias ramah lingkungan

-      Pelatihan rehabilitasi terumbu karang

-      Pelatihan program komputer

-      Pelatihan pengelolaan keuangan


Soft Skill

Soft skill bersifat intangible, cukup sulit diukur karena parameter pengukurannya tidak sebaku pengukuran pada hard skill. Pengukuran bersifat kualitatif untuk melihat pemahaman peserta pelatihan. Contoh pelatihan jenis ini antara lain:

-      Pelatihan kepemimpinan

-      Pelatihan komunikasi

-      Pelatihan motivasi

-      Pelatihan fasilitator

-      Pelatihan pengembangan diri


CIRI PELATIHAN DAN PERGESERAN PARADIGMA PELATIHAN

Ciri pelatihan antara lain:

  • Menginginkan terjadinya perubahan dan peningkatan keterampilan (skill) , lebih mengacu pada aspek psikomotorik/ kemampuan untuk melakukan sesuatu (doing something).
  • Materi yang disajikan hanya mengacu pada satu aspek kompetensi yang ingin dicapai (khusus) “just in time” yang artinya pembelajaran untuk suatu kompetensi atau keterampilan tertentu pada saat yang diperlukan.
  • Hanya untuk jangka waktu tertentu pada kondisi tertentu, masanya relatif pendek.
  • Mengembangkan pemahaman, pengetahuan dan keterampilan.
  • Prosesnya mempelajari dan mempraktekkan dengan menuruti prosedur sehingga menjadi kebiasaan
  • Diberikan secara instruksional baik in-door maupun out-door.


Pergeseran paradigma pelatihan dari training menjadi learning, meliputi:

  • Paradigma training yaitu pelatihan yang berorientasi pada pelatih (trainer’s oriented) mempunyai ciri-ciri antara lain:

-         Keberadaan trainer lebih penting daripada peserta

-         Trainer mempunyai kekuasaan atas berlangsungnya proses

-         Peserta pasif (mendengarkan, mencatat, dan bertanya untuk klarifikasi)

-         Metode yang digunakan lebih banyak ceramah


  • Paradigma learning yaitu pelatihan yang berorientasi pada peserta (learner’s oriented) ditandai dengan:

-         Keterlibatan penuh dari pesertanya (peserta merupakan subyek)

-         Memberikan kebebasan kepada peserta

-         Kerjasama murni

-         Variasi dan keragaman dalam metode belajar

-         Motivasi internal (bukan semata-mata eksternal)

-         Adanya kegembiraan dan kesenangan dalam proses pelatihan

-         Integrasi pembelajaran yang lebih menyeluruh dalam proses pelatihan


Share