Pusat Pengetahuan

Muhammad Aditya Prawira, Ofri Johan, Idris, dan Hawis H. Madduppa 

ABSTRACT
Terumbu karang merupakan ekosistem dari hewan karang yang dapat menghasilkan terumbu atau endapan kalsium karbonat dengan bantuan alga endosimbion. Secara keseluruhan suku dari karang yang berada di Pulau Sangiang tersebut terbagi menjadi 14 suku. Kerusakan terumbu karang dapat disebabkan oleh faktor alami dan manusia. Kerusakan yang disebabkan oleh faktor alam contohnya tsunami. Pada tanggal 22 Desember 2018, peristiwa tsunami yang disebabkan oleh letusan Anak Krakatau di Selat Sunda berdampak pada Pulau Sangiang. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji struktur komunitas terumbu karang serta densitas karang sebelum (2016) dan sesudah (2019) terjadinya bencana tsunami pada 22 Desember 2018 di Pulau Sangiang. Observasi lapang dilakukan 22- 23 Agustus 2016 dan 16-18 Februari 2019 di Pulau Sangiang menggunakan metode transek sabuk dengan panjang 20 meter dan lebar 1 meter dengan tiga kali ulangan pada tiga stasiun pengamatan yaitu Legon Bajo, Legon Waru, dan Tembuyung. Pengamatan komunitas karang berdasarkan marga dan dikategorikan menurut diameter terpanjang. Hasil penelitian menunjukkan tidak ada perbedaan struktur komunitas di setiap lokasi pengamatan. Meskipun tidak ada perbedaan yang signifikan namun terjadi fluktuasi secara tidak merata. Densitas total dari sebelum dan sesudah tsunami berbeda nyata. Densitas sesudah tsunami mengalami kenaikan yang signifikan. Rekrutmen karang sesudah tsunami pada setiap lokasi mengalami perubahan baik kenaikan maupun penurunan. Kualitas air cenderung homogen di ketiga lokasi baik sebelum dan sesudah tsunami.

KEYWORDS:

 Terumbu karang, Struktur Komunitas, Tsunami, Densitas

FULL TEXT:

PDF [Download]


REFERENCES:

Aprilian R. 2019. Indeks Kesehatan terumbu karang di perairan Pulau Sangiang [Skripsi].

Bogor (ID): Institut Pertanian Bogor.

 

Cornell HV, Karlson RH. 2000. Coral species richness: ecological versus biogeographical

influences. Coral reefs .19:37-49p

 

Estradivari, Syahrir Muh, Susilo N, Yusri S, Timotius S. 2007. Terumbu Karang Jakarta:

Pengamatan jangka panjang terumbu karang Kepulauan Seribu (2004 - 2005). Jakarta

(ID): Yayasan TERANGI.

 

Estradivari, E. Setyawan , Yusri S. 2009. Terumbu karang Jakarta: Pengamatan jangka

panjang terumbu karang Kepulauan Seribu (2003-2007). Jakarta (ID): Yayasan

TERANGI.

 

Hill J, Wilkinson C. 2004. Methods for ecological monitoring of coral reefs: a resource for

managers. Australia (AU): Australian Institute of Marine Science and Reef Check.

Kelley R. 2009. The Australian coral reef society coral finder, Indo Pacific. Australia (AU):

Byoguides.

 

Kementerian Lingkungan Hidup. 2004. Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup No 51

Tahun 2004 tentang Baku Mutu Air Laut. Jakarta (ID): Kantor Kementerian Lingkugan

Hidup dan Kehutanan.

 

Ludman A. 1982. Physical Geology. (US): McGraw-Hill, Inc.

 

Ludwig JA, Reynolds JF. 1988. Statistical Ecology: A Primer on Methods and Computing.

New York (UK): John Wiley & Sons.

 

Madduppa H, Subhan B, Arafat D, Zamani N P. 2016. Riset dan inovasi terumbu karang

dan proses pemilihan Teknik rehabilitasi: sebuah usulan menghadapi gangguan alami

dan antropogenik kasus di Kepulauan Seribu. Risalah kebijakan pertanian dan

lingkungan. 3(2):130-139p. DOI: 10.20957/jkebijakan.v3i2.15513.

 

Mumby PJ, Bejarano S, Golbun Y, Steneck RS, Arnold SN, Woesik VR, Frienlander AM.

2013. Emphirical relationship among resilience indicators on Micronesian Reefs, Coral

Reef. 32:213-223p. DOI: 10.1007/s00338-012-0966-0.

 

Muqsit A, Purnama D, Ta’alidin Z. 2016. Struktur komunitas terumbu karang di Pulau Dua

Kecamatan Enggano Kabupaten Bengkulu Utara. Jurnal Enggano. 1(1):75-87p.

 

Obura D, Grimsditch G. 2009. Resilience assessment of coral reefs: assessment protocol

for coral reefs, focusing on coral bleaching and thermal stress. Gland (CH): IUCN.

 

Odum EP. 1971. Fundamentals of Ecology. Third Edition. Philadelphia and London (UK): W.

B. Saunders Company.

 

Rahmawitri H. 2014. Variabilitas arus di sekitar Selat Sunda pada tahun 2007-2010 dari

hasil model indeso [Skripsi]. Bogor (ID): Institut Pertanian Bogor.

 

Ramadhani RA, Damar A, Madduppa H. 2015. Management on coral reef ecosystem in the

Siantan Tengah District, Anambas Islands. Jurnal Ilmu dan Teknologi Kelautan Tropis.

7(1):173-189p. DOI: 10.28930/jikt.v7i1.9804.

 

Richmond RH. 1997. Reproduction and recruitment in corals: critical links in the persistence

of reef, life and death of coral reefs. New York (UK): Chapman and Hall.

Rudi E, Soedharma D, Sanusi HS, Pariwono JI. 2005. Affinitas penempelan larva karang

(Scleractinia) pada substrat keras. Jurnal Ilmu-ilmu Perairan dan Perikanan Indonesia.

2:129-137p.

 

Salim D. 2012. Pengelolaan ekosistem terumbu karang akibat pemutihan (bleaching) dan

rusak. Jurnal KELAUTAN. 5(2):142-155p. DOI: 10.21107/jk.v5i2.870.

 

Siringoringo RM. 2007. Fenomena tsunami dan pengaruhnya terhadap terumbu karang.

Oseana. 32(2):43-51p.

 

Skinner BJ dan Porter SC. 1995. The Dynamic Earth : An Introduction to Physical Geology

3rd ed. Canada (CA) : John Wiley and Sons, Inc.

 

Subhan B, Madduppa H, Arafat D, Soedharma D. 2014. Bisakah transplantasi karang

perbaiki ekosistem terumbu karang ?. Risalah kebijakan pertanian dan lingkungan.

1(3):159-164p.

 

Subhan B, Hudhayani NN, Ervina A, Santoso P, Arafat D, Khairudi D, Soedharma D,

Madduppa H. 2020. Coral recruitment on concrete blocks at Gosong Pramuka,

Kepulauan Seribu, Jakarta. IOP Conference Series: Earth and Environmental Science.

404(1):1-11p. DOI: 10.1088/1755-1315/404/1/012045.

 

Uar ND, Murti SH, Hadisusanto S. 2016. Kerusakan lingkungan akibat ativitas manusia

pada ekosistem terumbu karang. Jurnal MGI. 30(1):88-95p.

 

Veron JEN. 2000. Corals of the World Volume 1-3. Australian Institute of Marine Science

and CRR Qld Pty Ltd. Australia.

 

Wibowo K, Abrar M, Siringoringo RM. 2016. Status trofik ikan karang dan hubungan ikan

herbivora dengan rekrutmen karang di perairan Pulau Pari, Teluk Jakarta. OLDI

(Oseanologi dan Limnologi di Indonesia). 1(2):73-89p.

 

Wilkinson C, Souter D, Goldberg J. 2006. Status of Coral Reefs in Tsunami Affected

Countries 2005. Townsville (AU): Australia Institute of Marine Sciences.

 

Yang RT. 1985. Coral communities in Nan Wan Bay. Proceedings of the Fifth International

Coral Reef Congress Vol. 6; 1985 Mei 27; Tahiti, Taiwan. Tahiti (TW):273-278p.

 

Zamani NP dan Madduppa HH. 2011. A standard criteria for assesing the health of coral

reefs: implication for management and conservation. Journal of Indonesia Coral Reefs.

1(2):137-146p.

 

Zamani NP. 2015. Kelimpahan Acanthaster plancii sebagai indikator kesehatan karang di

perairan pulau Tunda, Kabupaten Serang, Banten. Journal Ilmu dan Teknologi Kelautan

Tropis. 7(1):273-286p.

Copyright (c) 2020 Seminar Nasinal Kelautan dan Perikanan ke-VII

Tema: Pengelolaan Sumberdaya Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil yang Berkelanjutan Menuju Masyarakat 5.0Copyright (c) 2020 Seminar Nasinal Kelautan dan Perikanan ke-VII 
Pusat PengetahuanTersedia disini

Hubungi kami


Jalan Asyibaniah No. 105-106, RT. 03/RW.01,
Pd. Jaya, Cipayung, Kota Depok,
Jawa Barat 16438
Indonesia