Tentang Kami Program Publikasi Kontak Kami
       
Pencarian search
 
     
Saturday, 31 July 2010
 
Halaman Awal
 
 
Menu Utama
Halaman Awal
Tentang Kami
Program
Publikasi
Berita
Yang Sering Ditanyakan
Dukung Kami
Link
Kontak Kami
English
Kebijakan Laut
Populer
Syndicate
 
Selamat Datang di Situs Yayasan TERANGI
Profil

TENTANG TERANGI

 

Yayasan Terumbu Karang Indonesia (TERANGI) didirikan pada bulan September 1999. Terangi merupakan yayasan nirlaba yang bertujuan mendukung konservasi dan pengelolaan sumberdaya terumbu karang Indonesia secara berkelanjutan.

Selanjutnya ...
 
Mengenal Alam Pesisir Kepulauan Seribu


seribu

Indonesia dikenal dengan keindahan alamnya. Kepulauan Seribu yang terdiri dari 105 untaian pulau karang yang terletak di utara Ibu Kota Jakarta menjadi bukti keindahan tersebut. 

 

Banyak yang menyangka bahwa Kepulauan Seribu sudah rusak digerus pembangunan ibu kota. Persepsi tersebut tidak sepenuhnya benar. Anda masih dapat menemukan alam pesisir yang menawan dan keunikan biota bawah lautnya.

 

Buku ini mengajak pembaca seolah-olah “menyelam” untuk menikmati suasana khas kehidupan di sekitar terumbu karang, juga dapat menjadi panduan bagaimana berwisata yang ramah lingkungan.

 

Buku yang Anda pegang ini layak dan wajib dibaca siapa pun yang ingin berwisata menguak surga bawah laut Kepulauan Seribu, sehingga menggugah kebersamaan kita untuk ikut melestarikan.

 

 

Penulis             : Yayasan Terangi (Terumbu Karang Indonesia)

ISBN                 : 978-979-493-218-6

Penerbit          : IPB PRESS

Harga              : Rp 55.000,-

 

 

Tersedia diseluruh toko buku Gramedia, Gudang Buku, Gunung Agung, Telemarketing, dan Gunung Agung
 
Terumbu Karang Jakarta 2003-2007

terumbu karang jakartaKawasan diperairan bagian Utara Jakarta terdapat pulau-pulau kecil yang dikenal dengan Kepulauan Seribu yang menyimpan banyak kekayaan sumberdaya terumbu karang, dan tidak sedikit masyarakat yang bergantung hidupnya pada sumberdaya terumbu karang tersebut.


Kawasan Kepulauan Seribu mengalami tekanan yang besar karena kedekatannya dengan Ibu Kota Jakarta membuat ancaman semakin kompleks. Ancaman tersebut mulai dari polusi, perikanan berlebih yang merusak sampai perubahan fungsi habitat.



Selanjutnya ...
 
Kajian Terhadap Usaha Budidaya Karang di Indonesia
Hingga saat ini Indonesia merupakan eksportir karang hias terbesar, baik yang berasal dari alam maupun budidaya. Pengumpulan karang berpotensi untuk mengurangi jumlah jenis dan populasi karang di alam. Untuk memperkecil tekanan terhadap alam, semenjak tahun 2002 pemerintah telah mewajibkan para perusahaan untuk membudidayakan karang. Pemerintah mengharapkan dalam beberapa tahun ke depan, karang hasil budidaya dapat menggantikan karang alam.
Selanjutnya ...
 
Penyediaan Data Kawasan Konservasi Laut dan Penelitian Kelautan di Indonesia
Informasi tentang kawasan konservasi laut (KKL) dan penelitian kelautan di Indonesia masih sulit didapatkan. Ironisnya, banyak sekali institusi yang bergerak dalam bidang tersebut. Akibatnya waktu, usaha, dan sumber daya terbuang; pengambilan keputusan sulit; dan data-data yang penting bahkan tidak dapat ditemukan. Untuk mengisi kebutuhan tersebut, Yayasan TERANGI dan WCS - Indonesia Marine Programme mengembangkan http://www.konservasi-laut.net sebagai akses tunggal untuk mendapatkan data kawasan konservasi laut dan penelitian kelautan di Indonesia.
Selanjutnya ...
 
Konsep dan Panduan Restorasi Terumbu
 Restorasi adalah tindakan untuk membawa ekosistem yang telah terdegradasi kembali menjadi semirip mungkin dengan kondisi aslinya sedangkan tujuan utama restorasi terumbu karang adalah untuk peningkatan kualitas terumbu yang terdegradasi dalam hal struktur dan fungsi ekosistem. Dalam bahasan disini mencakup restorasi fisik dan restorasi biologi. Yang membedakan restorasi fisik, yang mengutamakan perbaikan terumbu dengan fokus pendekatan teknik, dan restorasi biologis yang terfokus untuk mengembalikan biota berikut proses ekologis ke  keadaan semula.
Selanjutnya ...
 
Sepertiga Jenis Karang Mengalami Resiko Kepunahan Akibat Perubahan Iklim dan Masalah Lokal
Sepertiga jenis karang terancam punah disebabkan oleh perubahan iklim dan masalah lokal. Hal tersebut dapat dilihat dari masuknya 845 karang yang berasosiasi dengan zooxanthella kedalam IUCN red list. Menurunnya populasi karang diduga disebabkan oleh pemutihan karang dan kenaikan suhu permukaan laut.
Selanjutnya ...
 
Reefrist ! Komunitas Peduli Terumbu Karang

PENGANTAR

 

Keanekaragaman hayati laut Indonesia, memiliki jenis karang yang terbanyak dan terluas di seluruh dunia, namun akibat dari tindakan yang tidak bertanggungjawab, seperti : pengrusakkan, pengeboman dan polusi dari sampah keseharian kita, juga memberi dampak yang sangat parah terhadap pertumbuhan Terumbu karang Indonesia. Jangan biarkan pengrusakan terhadap mereka terus berlanjut. Lukislah warna-warni bawah laut kita dengan kepedulian dan tindakan kita…. Saat ini juga.

 

REEFIRST! merupakan sebuah wadah yang menampung aspirasi para individu yang memiliki kesadaran akan pentingnya peranan Terumbu Karang terhadap lingkungan laut Indonesia, dan mempunyai minat untuk ikut berpartisipasi dalam kegiatan konservasi Terumbu Karang.

Selanjutnya ...
 
Pola Pemanfaatan Karang Hias Secara Lestari

Protokol Pola Pemanfaaan Karang Hias secara Lestari yang diusulkan oleh ICRWG

Selanjutnya ...
 
Status Terumbu Karang Di Negara-Negara Yang Terkena Dampak Tsunami: 2005

Mengingat pentingnya informasi yang terkandung di dalam buku “Status of Coral Reefs in Tsunami Affected Countries: 2005” bagi para pembuat kebijakan di bidang sumber daya pesisir dan kelautan, maka perlu adanya alih bahasa dan penyuntingan dari buku tersebut agar mudah dibaca oleh masyarakat Indonesia.  Selama ini yang telah ada ialah edisi berbahasa Inggris dan Thailand.  Dengan adanya edisi dalam Bahasa Indonesia, maka institusi pemerintah, LSM, sekolah, ormas dan kelompok masyarakat lain di Indonesia dapat dengan mudah menerima informasi kerusakan terumbu karang di wilayah Aceh akibat tsunami.

 

Klik disini untuk mengunduh  

 
 
 
Berita Terbaru
   
 
Desain oleh : safran yusri   © 2006 Yayasan TERANGI