82% of Indonesia's coral reef is being threathened. Are you going watch our precious heritage disappear? Or are you going to help us conserve it for a better tomorrow? Follow this link to figure out how you can help.
Kegiatan adopsi karang di Pulau Panggang, Kepulauan Seribu bersama Taruna Owners yang merupakan komunitas daihatsu pengguna mobil Taruna, dengan tema "Peduli Adopsi Terumbu Karang" terbit di Majalah Autobild dan Automotif .
Beberapa waktu lalu TERANGI bersama Jaringan Monitoring (JARMON), The Bodyshop Indonesia, Sekolah Cikal, Sharp dan Taruna Owners melakukan kegiatan adopsi karang dan adopsi mangrove di Pulau Pramuka Kepulauan Seribu.
Apa itu Adopsi karang ? Adopsi karang adalah penanaman karang dari hasil budidaya karang. Diharapkan dengan adanya para pengadopsi yang sadar akan pentingnya kelestarian terumbu karang akan memperbaiki kondisi ekosistem yang ada di Kepulauan Seribu akan pulih dan makin banyak ikan-ikan yang bermain didalamnya.
Karang yang ditanam tersebut akan dimonitoring setiap bulannya, dan para pengadopsi karang akan mendapatkan informasi berupa keterangan berupa foto karang yang mereka adopsi serta dilampirkan ukuran karang perbulannya. Pemonitoringan tersebut dilakukan oleh teman-teman dari JARMON di Kepulauan Seribu.
The Indonesian Coral Reef Foundation (TERANGI) was established in September 1999. It is the first non profit organization Indonesia to focus exclusively on coral reef conservation issues. TERANGI word stands for Terumbu Karang Indonesia (Indonesian Coral Reef). Terangi in Bahasa Indonesia also means bright, comes in line with the sun, one of our logo components.
What is a coral reef? Coral reefs are massive limestone structure that provides shelter for marine life. They are the gardens and forests of the sea. As one of the largest and most complex ecosystem on the planet, coral reef are home to approximately 25 % of the ocean's species. To imagine a coral reef, think of it as a bustling community, a city of the sea, with the building made of corals, and thousand of inhabitants coming and going, carrying out their business.
Indonesia is known for its beauty. Seribu Islands is a chain of islands consisting of 105 islands situated north of Jakarta.
Many belief that Seribu Island's ecosystem has been degraded by the development of Jakarta. The perception is not quite true. You still can find a beautiful and unique nature of marine organisms.
This book takes the reader in a diving adventure on coral reefs and other coastal ecosystems in Seribu Islands. Inside the book, you'll also find tips for becoming a responsible tourist.
Written by : Aar Mardesyawati & Silvianita Timotius
Kepulauan Seribu terdiri dari 105 gugus pulau terbentang vertikal dari teluk jakarta hingga ke utara yang berujung di Pulau Sebira yang berjarak kurang lebih 150 km dari pantai Jakarta Utara. Kepulauan seribu merupakan bagian dari Kabupaten Administratif DKI Jakarta. Wilayah Kepulauan Seribu memiliki luas daratan mencapai 897,71 Ha dan luas perairan mencapai 6.997,50 km2. Kondisi perairan di Kepulauan Seribu mengikuti kondisi umum perairan Indonesia yang di pengaruhi oleh monsun barat atau monsun timur dan musim peralihan.
Taman Nasional Kepulauan Seribu (TNKpS) merupakan taman nasional laut yang terletak kurang lebih 40 km di sebelah utara Jakarta, tepatnya di Kabupaten Administratif Kepulauan Seribu. Dasar penetapan TNKpS adalah Keputusan Menteri Kehutanan No. 6310/Kpts-II/2002 tentang penetapan kawasan pelestarian alam perairan Taman Nasional Laut Kepulauan Seribu. Salah satu dasar pembentukan TNKpS adalah adanya ekosistem terumbu karang, ekosistem hutan mangrove, dan penyu sisik (Eretmochelys imbricata) yang berada di kawasan tersebut. Sementara, pembagian zonasi TNKpS ditetapkan dengan Keputusan Direktur Jenderal PHKA, Departemen Kehutanan No.SK.05/IV-KK/2004 tentang zonasi pengelolaan Taman Nasional Laut Kepulauan Seribu. Kawasan TNKpS meliputi area seluas 107.489 ha dan terbagi ke dalam empat zona, yaitu zona Inti, zona Perlindungan, zona Pemanfaatan Wisata, dan zona Pemukiman (www.tnlkepulauanseribu.net).
Coral bleaching in Seribu Islands were encountered twice, in February 2006 and February 2007. This phenomena is highly correlated with drastic temperature change (either increasing or decreasing) in a short period. Temparature change is expected to happen every year. The phenomena started when sea surface temprature increased and followed with bleaching to corals which vulnerable to environmental stresses. if the condition become better, corals will recover. If not, white syndromes caused by bacteria will infect them. This disease can not be prevented, and only in a short time (1-2 months), all colony will die. If the phenomena persist and not handled well, biodiversity loss is inevitable.
During the last decades, most sea turtle populations world wide have been documented to be decreasing and Indonesia is no exception. Although all six in Indonesia occurring sea turtle species are protected by national law (PP 7/ 1999), low public awareness and weak law enforcement allowed the ongoing unsustainable collection of millions of sea turtle eggs on Indonesia's beaches and the ongoing consumption of 15000 to 20000 green turtles per year on the small island of Bali.